Empat Bulan Belum Terungkap, Warga Juata Permai Pertanyakan Penanganan Kasus Pencurian dan Perusakan Kebun di Polsek Tarakan Utara.

Tarakan.Online.Kasus.Com – Kasus pencurian buah rambutan sekaligus perusakan sejumlah pohon di kebun milik warga di kawasan Juata Permai PNS, Kota Tarakan, hingga kini belum berhasil diungkap oleh pihak Polsek Tarakan Utara. Padahal, laporan terkait peristiwa tersebut telah disampaikan oleh korban sejak sekitar empat bulan lalu.

Dalam kejadian itu, pelaku tidak hanya diduga mengambil buah rambutan, tetapi juga melakukan pengrusakan dengan menebang beberapa pohon yang ada di kebun tersebut. Pohon yang ditebang antara lain pohon rambutan, mangga, sukun, pisang, dan nangka. Aksi tersebut diduga dilakukan secara terang-terangan dengan menggunakan alat seperti chainsaw dan parang.

Korban telah melaporkan peristiwa tersebut secara resmi ke Polsek Tarakan Utara. Namun hingga berita ini diturunkan, pelaku yang diduga melakukan pencurian dan perusakan tersebut belum juga berhasil diungkap.

Korban mengaku telah beberapa kali mendatangi Polsek Tarakan Utara untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut. Bahkan, korban sempat bertemu langsung dengan Kapolsek Tarakan Utara Iptu Ghazy di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan berdasarkan laporan yang telah diterima dan hingga saat ini belum menemukan titik terang terkait pelaku.

Korban juga menyebutkan bahwa dirinya telah tiga kali datang ke kantor Polsek Tarakan Utara untuk menanyakan perkembangan kasus. Pada pertemuan ketiga, Kapolsek disebut tidak berada di tempat dan korban kemudian diterima oleh pihak Unit Reskrim Polsek Tarakan Utara yang diwakili Kanit Reskrim Abu Mansyur bersama penyidik.

Dalam penjelasannya, pihak penyidik menyampaikan bahwa diperlukan adanya saksi yang bersedia memberikan keterangan untuk membantu mengungkap pelaku. Sementara itu, korban mengaku telah memberikan sejumlah informasi, termasuk nama-nama warga yang diduga mengetahui kejadian tersebut serta ciri-ciri pelaku yang disebut-sebut oleh warga sekitar kebun.

Menurut korban, beberapa warga di sekitar lokasi kebun sebenarnya mengetahui kejadian tersebut dan bahkan sempat menyebutkan nama serta ciri-ciri orang yang diduga sebagai pelaku. Namun hingga kini, belum ada warga yang secara resmi bersedia menjadi saksi.

Kondisi tersebut membuat korban mempertanyakan lambannya pengungkapan kasus tersebut. Ia menyayangkan jika aparat penegak hukum tidak mampu mengungkap pelaku meskipun sejumlah informasi awal telah disampaikan.

Meski demikian, korban menyatakan masih menaruh harapan kepada pihak kepolisian agar dapat bekerja secara profesional dan menuntaskan kasus tersebut.

Korban juga menyinggung bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus lain di wilayah tersebut, yakni pembakaran rumah milik warga hingga habis, yang hingga kini juga belum terungkap pelakunya.

Karena itu, korban menegaskan akan terus mendorong pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus pencurian dan perusakan kebun yang dialaminya, agar memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.