Sekda Parepare : Membuka Konsultasi Publik Ranwal RPJPD 2025 – 2045

Spread the love

PAREPARE – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melaksanakan konsultasi publik rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045.

Kegiatan itu di buka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare, Muh. Husni Syam dan di hadiri jajaran Pemerintahan, serta stakeholder terkait lainnya, bertempat di Ruang Pola Kantor Walikota, kamis (11/1/2024).

“Penyelenggaraan forum konsultasi publik ini, terasa spesial karena periode perencanaan pembangunan di Indonesia, berupa Rencana Pembangunan Tahunan (RKPD Tahun 2025) di susun bersamaan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 5 Tahunan (RPJMD Tahun 2025-2030) dan juga Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD Tahun 2025-2045), “Jelas Muh. Husni Syam.

Lanjut Sekretaris Daerah Kota Parepare, Muh. Husni Syam mengatakan, hal ini sebagai implikasi ketentuan Pemerintah Pusat, dengan di selenggarakannya Pemilu Presiden dan Wakil Presiden secara serentak, di ikuti dengan Pemilihan DPR RI, DPD, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota dan juga Gubernur/Wakil Gubernur serta Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota. Konsultasi publik merupakan tahapan wajib yang harus di lakukan, untuk menyempurnakan ranwal RPJPD. Oleh karena itu, kesempatan seperti ini harus kita manfaatkan. Sayapun mengajak, agar yang hadir untuk ikut ambil bagian dalam merumuskan visi misi, sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan Kota Parepare untuk 20 tahun ke depan.

“RPJPD yang di susun, harus selaras dengan RPJPN. Di mana Pemerintah Indonesia ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, ini artinya bangsa Indonesia di tahun 2045 telah berada di puncak kemakmuran, sebagaimana tercermin dalam 5 sasaran utama pembangunan. Adapun 5 sasaran pembangunan tersebut, yakni pendapatan perkapita setara negara maju, kemiskinan nol persen, ketimpangan berkurang, peran dan leadership Indonesia di dunia internasional meningkat, SDM unggul dan berdaya saing serta Gas Rumah Kaca menurun menjadi net zero emission, “Tutupnya. (*)