SOPPENG — Suasana haru dan penuh makna mewarnai acara perpisahan bertajuk “Wangres Elvora 26 ” yang digelar oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Soppeng, Senin (13/4/2026), di Gedung Pertemuan Masyarakat Marioriawa.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting daerah, di antaranya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal, S.Ag., M.M., unsur TNI dari Danramil, Kapolsek, para guru, UPT Puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta orang tua siswa.
Dalam orasinya, H. Afdal menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan menuntut generasi muda untuk tidak hanya berpikir secara biasa, tetapi harus mengedepankan pendekatan yang lebih sistematis dan ilmiah.
“Melalui tema kegiatan ini, kami berharap para siswa mulai mengubah cara berpikirnya. Gunakan metodologi dalam melihat dan menyelesaikan persoalan, bukan lagi sekadar berpikir biasa-biasa,” ujarnya di hadapan para peserta.
Menurutnya, kemampuan berpikir metodologis menjadi kunci penting dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks. Dengan pola pikir tersebut, siswa diharapkan mampu menganalisis persoalan secara lebih mendalam, terstruktur, dan solutif.
Acara perpisahan ini juga menjadi momentum refleksi bagi para siswa kelas akhir setelah menempuh pendidikan di MAN 2 Soppeng. Selain prosesi seremonial, kegiatan diisi dengan berbagai penampilan seni dan ungkapan kesan-pesan dari siswa, guru, serta perwakilan orang tua.
Kehadiran unsur Forkopimca, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mencetak generasi muda yang berintegritas dan berprestasi, sejalan dengan tema kegiatan. (tim)







