GOWA, ONLINEKASUS.COM – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gowa menggelar diskusi di sekretariat PWI Jalan Tumanurun, Senin 9 Februari 2026 khusus menyoroti masa depan profesi jurnalis. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum bagi para kuli tinta di Kabupaten Gowa untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme.
Kali ini kesejahteraan jurnalis jadi fokus utama dalam diskusi tersebut, Ketua Harian PWI Gowa, Andi Baso, menekankan bahwa tantangan jurnalis ke depan semakin kompleks. Ia menggarisbawahi bahwa kesejahteraan jurnalis harus menjadi perhatian serius agar integritas karya jurnalistik tetap terjaga.
”Kesejahteraan jurnalis adalah fondasi dari profesionalisme. Kedepannya, kita harus memastikan bahwa rekan-rekan media tidak hanya cakap dalam menulis, tetapi juga memiliki taraf hidup yang layak agar tetap independen dalam berkarya,” ujar Andi Baso.
Semangat sipakatau dan sinergi pemberitaan, selain masalah kesejahteraan, Andi Baso mengajak seluruh anggota PWI Gowa untuk mengedepankan prinsip Sipakatau (saling menghormati) dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Ia berharap para jurnalis di Gowa bisa saling bahu-membahu dan bersinergi dalam pemberitaan, terutama yang menyangkut kepentingan publik.
Menurutnya, persaingan di era digital tidak boleh memecah belah persaudaraan antar-wartawan.
Sebaliknya, kolaborasi antar-media justru akan memperkuat dampak informasi bagi pembangunan daerah. Inovasi Media Center untuk masyarakat sebagai langkah konkret ke depan, PWI Gowa mengumumkan rencana strategis untuk membentuk Media Center. Fasilitas ini nantinya diproyeksikan menjadi pusat informasi yang kredibel dan mudah diakses.
” PWI Gowa akan membentuk Media Center demi kepentingan masyarakat luas. Ini akan menjadi wadah bagi warga untuk mendapatkan informasi akurat sekaligus tempat bagi rekan-rekan jurnalis untuk mengolah data yang bermanfaat bagi publik,” jelas Andi Baso.
Dengan adanya Media Center ini, diharapkan arus informasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat dapat terjalin lebih transparan dan cepat.(*)










