Hidup dalam Keterbatasan, Pasangan Lansia di Kayangan Soppeng Butuh Perhatian Pemerintah

Soppeng – Kehidupan memprihatinkan dialami sepasang lanjut usia yang tinggal di wilayah Kayangan, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Pasangan tersebut adalah Sitti (86) dan suaminya, Lasappareng (87), yang kini menjalani hari tua dalam kondisi serba kekurangan.

Sitti dan Lasappareng diketahui tidak memiliki keturunan. Sehari-hari, keduanya hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar untuk memenuhi kebutuhan makan dan hidup. Kondisi fisik yang semakin renta membuat mereka tidak lagi mampu bekerja atau mencari penghasilan tambahan.

Menurut keterangan warga sekitar bernama Farida, Ibu Sitti sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun, secara tiba-tiba nama Ibu Sitti hilang dari daftar penerima bantuan tanpa penjelasan yang jelas.

“Dulu beliau masih dapat bantuan, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Padahal kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi mereka hidup berdua saja tanpa anak,” ujar Farida, Rabu, 25 Februari 2025.

Warga sekitar berharap pemerintah setempat, baik dari tingkat kelurahan hingga kabupaten, dapat turun langsung meninjau kondisi pasangan lansia tersebut. Mereka juga berharap agar nama Ibu Sitti dapat kembali dimasukkan sebagai penerima bantuan sosial yang layak dan tepat sasaran.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah dan juga para donatur. Kasihan kalau melihat kondisi mereka sekarang,” tambah Farida.

Kisah Sitti dan Lasappareng menjadi potret nyata masih adanya warga lanjut usia yang luput dari perhatian sistem bantuan sosial. Warga berharap, dengan adanya pemberitaan ini, pihak terkait dapat segera mengambil langkah cepat dan nyata untuk membantu meringankan beban hidup pasangan lansia tersebut.

Pemerintah dan para dermawan diharapkan dapat membuka hati, agar Sitti dan Lasappareng dapat menjalani sisa usia mereka dengan lebih layak dan bermartabat.