Soppeng – Dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, pihak terkait diminta untuk melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas penjualan makanan dan minuman di kantin Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di Kabupaten Soppeng. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan dan jajanan yang dijual di lingkungan sekolah benar-benar layak konsumsi serta aman bagi anak-anak.
Pemantauan tersebut dinilai penting sebagai langkah antisipatif agar siswa tidak mengonsumsi makanan secara sembarangan, khususnya makanan ringan, jajanan manis (gula-gula), serta minuman dingin yang berpotensi mengandung bahan berbahaya atau tidak memenuhi standar kesehatan. Mengingat usia siswa sekolah dasar masih berada dalam masa pertumbuhan, asupan makanan yang sehat dan bergizi menjadi faktor penting dalam menunjang tumbuh kembang, kecerdasan, serta daya tahan tubuh anak.
Pihak terkait juga diminta untuk menurunkan petugas secara langsung ke sekolah-sekolah guna memeriksa berbagai aspek pengelolaan kantin. Pemeriksaan tersebut meliputi jenis makanan dan minuman yang dijual, bahan baku yang digunakan, proses pengolahan, hingga kebersihan tempat penyajian. Selain itu, pihak sekolah diimbau untuk lebih aktif mengawasi pengelolaan kantin serta memberikan edukasi kepada pengelola kantin agar hanya menyediakan makanan yang sehat, bersih, dan bergizi bagi para siswa.
Dampak Makanan Tidak Layak Konsumsi bagi
Anak Usia Sekolah Dasar
Anak usia sekolah dasar memiliki sistem pencernaan dan daya tahan tubuh yang masih berkembang. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang tidak layak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, di antaranya:
Gangguan Pencernaan
Makanan yang mengandung bahan pengawet berlebihan, pewarna buatan, pemanis buatan, atau diolah secara tidak higienis dapat menyebabkan sakit perut, diare, mual, hingga keracunan makanan.
Menurunnya Daya Tahan Tubuh
Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dapat melemahkan sistem imun anak, sehingga mereka lebih mudah terserang penyakit.
Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan
Makanan ringan yang rendah gizi serta tinggi gula dan lemak tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, sehingga dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.
Masalah Konsentrasi dan Prestasi Belajar
Asupan makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan anak mudah lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi di kelas, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya prestasi belajar.
Risiko Penyakit Jangka Panjang
Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat sejak dini dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta penyakit metabolik lainnya di kemudian hari.
Kami selaku orang tua siswa berharap dan meminta kepada dinas terkait agar secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap makanan, minuman, serta jajanan manis (gula-gula) yang dijual di lingkungan sekolah. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan anak-anak yang setiap hari beraktivitas di sekolah.
Selain itu, orang tua, guru, dan pihak sekolah diharapkan dapat bekerja sama dalam memberikan edukasi kepada siswa agar lebih bijak dalam memilih makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Pemantauan kantin sekolah ini merupakan bentuk kepedulian bersama demi menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.









