Cahaya Sangata Prima Berikan Beras Kemasyarakat Yang Bedampak Banjir

Berita, Sosial Budaya349 Dilihat
Spread the love

PAREPARE – Pasca banjir yang melanda Kota Parepare, sejumlah elemen masyarakat datang membantu dan mengambil langkah cepat untuk warga yang terdampak. Pihak Swasta dan Relawanpun sigap, membantu meringankan korban musibah banjir.

Bantuan bagi wargapun datang dari berbagai kalangan, baik dari unsur Pemerintah, TNI/Polri, lembaga sosial, organisasi masyarakat maupun perseorangan. Hal tersebut di lakukan oleh salah seorang pemilik gudang beras asal Bili – bili Kabupaten Pinrang, yakni Cahaya Sangata Prima (CSP), telah menyalurkan bantuan berupa beras sebanyak 100 sak di Posko Bencana Banjir yang ada di wilayah Tengnga Galung (Tegal), kelurahan Lapadde, kecamatan Ujung, kota Parepare.

Salah seorang perwakilan keluarga, Rikky Kadafi mengatakan, bantuan berupa beras yang di salurkan ini, telah di terima langsung oleh Camat Ujung, Ardiansyah. Sayapun mewakili keluarga bapak Haji Muhammad Ruskin, pemilik usaha Cahaya Sangata Prima, salah satu gudang beras di Bili – bili Kabupaten Pinrang, menyampaikan turut berduka atas kejadian bencana banjir yang di alami oleh masyarakat Parepare, terkhusus di daerah Tegal, kelurahan Lapadde, kecamatan Ujung, kota Parepare, yang terdampak cukup parah akibat banjir.

“Bantuan berupa beras ini adalah wujud simpati dan empati kepada pada korban banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk kita semua dan mudah – mudahan bantuan yang di berikan bisa meringankan beban bapak ibu semua. Tak lupa, saya sampaikan antuan yang di berikan semata – mata, karena memang masyarakat memerlukan dan membutuhkan ini, “Tutur Ricky Kadafi, jumat (3/2/2023).

Data menonjol menyebut, 13 rumah hanyut, ratusan rumah terendam, dan puluhan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas umum ikut terdampak atas musibah banjir yang terjadi pada rabu (1/2/2023) malam. Adapun data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare, uptade 2 februari 2023, pukul 14:53 wita, qda sebanyak 1.345 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak atau 5.292 jiwa. (*)