Barru Online Kasus Com-Kelompok Tani Taro Ada Taro Gau di Dusun Pallae, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru,(25/11/2024)
menggelar panen padi sekaligus pengambilan ubinan hasil program Intensifikasi Pertanian IP300.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Kementerian Pertanian RI, Ir. Ernie Taurus Lina A, bersama jajaran.
Panen ini merupakan bagian dari Program Percepatan Areal Tanam (PAT) sekaligus indikator Luas Tambah Tanam (LTT), yang menjadi upaya strategis Kementerian Pertanian RI dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi nasional.
Berdasarkan hasil ubinan, panen kali ini menghasilkan 4,7 kilogram gabah kering panen (GKP) per 2,5 meter persegi, atau setara dengan 7,5 ton per hektar. Gabah ini dihargai Rp6.600 per kilogram. Varietas padi yang ditanam adalah M70D dan Cakrabuana, jenis padi umur genjah yang merupakan bantuan dari Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Nasional, Kementerian Pertanian RI.
Direktur Akabi, Ir. Ernie Taurus Lina A, menyampaikan apresiasi terhadap capaian ini, mengingat tantangan besar dalam budidaya IP300, seperti serangan hama dan penyakit tanaman. “Prestasi Kelompok Tani Taro Ada Taro Gau dalam melaksanakan IP300 patut diapresiasi. Sistem budidaya yang baik menjadi kunci keberhasilan ini, meskipun masih ada beberapa kendala di lapangan. Hal ini memberikan pelajaran berharga untuk meningkatkan hasil di masa depan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, MM., turut memuji upaya Kelompok Tani Taro Ada Taro Gau. “Kami mengucapkan terima kasih kepada kelompok tani ini atas pencapaian yang luar biasa. Capaian ini diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya, sehingga pada musim tanam tahun depan (2025), khususnya masa tanam gaduh, target pertanaman dapat tercapai lebih luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas berbagai dukungan, seperti program irigasi perpompaan (Irpon), irigasi perpipaan, dan bantuan pompa air, yang telah membantu peningkatan produksi di Kabupaten Barru.
Kabupaten Barru menargetkan luas tanam padi sebesar 16.000 hektar pada musim tanam (MT) 2024/2025, yang terdiri atas 15.000 hektar lahan sawah dan 1.000 hektar lahan kering. Hingga saat ini, petani di enam kecamatan telah memulai persiapan tanam dengan estimasi luas mencapai 250 hektar. Sebagian petani bahkan telah mulai menabur benih.
“Kami berharap para petani mengikuti arahan pemerintah yang telah disepakati dalam kegiatan Mappalili atau Tudang Sipulung. Ini mencakup penggunaan varietas unggul, pemupukan berimbang, dan teknik budidaya lainnya,” jelas Ir. Ahmad, MM.
Acara panen ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), staf desa, serta para anggota Kelompok Tani Taro Ada Taro Gau.
Diharapkan, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh petani di Kabupaten Barru untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian, dengan harapan alam tetap bersahabat dan mendukung kesejahteraan petani.











