WAJO.ONLINE.KASUS.COM— Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian. Salah satu daerah yang terdampak cukup parah adalah Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoanging, di mana ratusan hektare sawah warga terancam gagal panen akibat kekeringan.
Di tengah situasi tersebut, Babinsa Desa Sakkoli Koramil 1406-09/Sajoanging Kodim 1406/Wajo, Serda Tamrin, menunjukkan peran nyata TNI di tengah masyarakat. Ia turun langsung ke lapangan untuk membantu mengatasi kesulitan air yang dihadapi para petani.
Serda Tamrin bergerak cepat dengan berkoordinasi intensif bersama petugas pintu air Bendungan Paselloreng, guna mengupayakan pembukaan aliran air irigasi yang mengarah ke Desa Sakkoli. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penyelamatan lahan pertanian warga yang terancam mengering.
Hasilnya, sekitar 400 hektare sawah milik warga berhasil dialiri air irigasi, sehingga dapat kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan mencegah kerugian lebih besar bagi para petani.
“Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat. Babinsa harus hadir dan menjadi solusi atas kesulitan warga di wilayah binaannya,” ujar Serda Tamrin di sela-sela kegiatan Pembenahan saluran bersama warganya baru-baru ini.
Upaya tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Sakkoli, Musakkir, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat. Respons cepat juga ditunjukkan oleh pengelola Bendungan Paselloreng dan pihak Balai sebagai pelaksana proyek irigasi, yang segera menindaklanjuti permintaan pembukaan saluran air.
Warga Desa Sakkoli pun menyambut baik langkah cepat tersebut. Mereka mengaku sangat terbantu dan berharap kerja sama lintas sektor seperti ini terus terjalin, khususnya dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Langkah Serda Tamrin dinilai oleh mayarakat sebagai contoh nyata sinergi TNI, pemerintah desa, dan pengelola infrastruktur negara dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlangsungan hidup petani di daerah ini. (sh)







