Soppeng – Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng Dr.H. Musriadi, S.Ag, MH mengimbau kepada seluruh calon jemaah umrah di wilayah tersebut agar sementara menunda pemberangkatan.
Imbauan ini disampaikan menyusul arahan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah yang saat ini terus memantau secara intensif kondisi jamaah umrah Indonesia.
Imbauan penundaan tersebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung terhadap jadwal penerbangan serta operasional sejumlah maskapai internasional, termasuk penerbangan umrah dari Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng H.Musriadi menegaskan bahwa langkah ini bersifat sementara dan preventif, demi menjamin keselamatan dan kenyamanan calon jemaah. Minggu, 1 Maret 2026.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya akibat konflik yang melibatkan beberapa negara seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat, menyebabkan sejumlah negara melakukan penutupan ruang udara atau penyesuaian rute penerbangan.
Kondisi tersebut berdampak pada operasional maskapai penerbangan, sehingga sebagian di antaranya terpaksa mengubah jadwal, menunda, bahkan membatalkan penerbangan jamaah umrah Indonesia.
Pemerintah pun mengeluarkan imbauan resmi agar jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat menunda keberangkatan hingga situasi dinyatakan lebih stabil, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko keselamatan.
Berdasarkan data terbaru, lebih dari 58.000 jamaah umrah Indonesia saat ini berada di Arab Saudi. Seluruh jamaah tersebut dipantau secara ketat oleh pemerintah Indonesia melalui koordinasi dengan perwakilan diplomatik di Riyadh dan Jeddah.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengimbau jamaah agar tetap tenang, tidak panik, serta selalu berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini.
Sebagai langkah mitigasi, Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan tim siaga di sejumlah bandara serta meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan perubahan jadwal penerbangan secara mendadak.
Langkah ini bertujuan agar jamaah tidak tertahan terlalu lama di lokasi transit dan tetap mendapatkan pelayanan maksimal.
Pemerintah juga menegaskan bahwa kondisi di Arab Saudi hingga saat ini masih relatif aman dan terkendali, meskipun dinamika geopolitik regional turut memengaruhi jalur dan jadwal penerbangan internasional.
Bagi calon jamaah umrah yang masih berada di Indonesia, pemerintah mengingatkan agar mematuhi seluruh imbauan resmi, mengikuti arahan dari PPIU, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Penundaan pemberangkatan dinilai sebagai langkah terbaik dan paling bijak demi menjaga keselamatan jamaah, sembari menunggu situasi penerbangan dan keamanan regional kembali kondusif.







